Rabu, 08 November 2023

Koneksi Antar materi- Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya

Nama  : Amrina Rosyada

Kelas   : IPA 1

Tugas  : T.2 Koneksi Antar Materi

 

Rangkuman Topik 2

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”.

KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Kekuatan sosio-kultural menjadi proses ‘menebalkan’ kekuatan kodrat anak yang masih samar-samar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.

KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Artinya, cara belajar dan interaksi murid Abad ke-21, tentu sangat berbeda dengan para peserta didik pertengahan dan akhir abad ke-20. Kodrat alam Indonesia dengan memiliki 2 musim (musim hujan dan musim kemarau) serta bentangan alam mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan memiliki keberagaman dalam memaknai dan menghayati hidup. Demikian pula dengan zaman yang terus berkembang dinamis mempengaruhi cara pendidik menuntun para murid.

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain. Sistem Among menjadi salah satu kekuatan Mahasiswa untuk memahami secara mendalam peran seorang pendidik dalam menuntun kekuatan kodrat anak

1. Apa yang Anda percaya tentang peserta didik dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari topik ini?

Jawab:

Sebelum mempelajari topik ini, saya percaya bahwa peserta didik memiliki peran pasif dalam pembelajaran di kelas. Saya berpikir bahwa guru adalah satu-satunya sumber pengetahuan dan peserta didik hanya perlu menerima informasi yang disampaikan oleh guru. Saya juga berpikir bahwa pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas dan tidak ada hubungan dengan dunia nyata.


2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari topik ini? 

Jawab:

Setelah mempelajari topik ini, pemikiran dan perilaku saya berubah. Saya menyadari bahwa peserta didik memiliki peran aktif dalam pembelajaran dan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman yang unik. Saya juga menyadari bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melibatkan pengalaman di luar kelas dan hubungan dengan dunia nyata. Saya mulai melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran, memberikan kesempatan untuk berbagi pendapat, dan mendorong mereka untuk mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

 

3. Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda merefleksikan pemikiran KHD?

Jawab:

Untuk lebih merefleksikan pemikiran KHD dalam kelas, saya dapat segera menerapkan beberapa langkah. Pertama, saya dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, misalnya melalui diskusi kelompok atau proyek kolaboratif. Kedua, saya dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata, misalnya dengan memberikan contoh atau studi kasus yang relevan. Ketiga, saya dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendukung kepada peserta didik, mendorong mereka untuk terus berpikir kritis dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kelas saya akan lebih merefleksikan pemikiran KHD dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koneksi Antar materi- Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya

Nama  : Amrina Rosyada Kelas    : IPA 1 Tugas   : T.2 Koneksi Antar Materi   Rangkuman Topik 2 Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedaka...